A. Sumber konflik antar kelompok

Konflik di antara kelompok terjadi pada semua tingkat dalam organisasi sosial. Faktor utama terjadinya konflik di antara Rattlers dan Eagle.

  1. Persaingan

Persaingan terjadi karena pada dasarnya kelompok akan lebih suka “mempunyai” dari pada “ tidak mempunyai”, dan karena itu mereka mengambil langkah perencanaan dalam mencapai dua hasil, mencapai tujuan yang diinginkan dan mencegah kelompok lain mendapatkan tujuannya

  1. Pengelompokkan Sosial

Dalam belajar mereka memahami lingkungan sosialnya dan menggolongkan objek yang hidup dan tidak hidup. Tajfel mengusulkan bahwa “hanya permasalahan pribadi untuk dua kelompok yang nyata hanya itu, pengelompokkan sosial-cukup diskriminasi antar kelompok.”

Dua dasar kategori sosial adalah

(1) anggota kelompok, dan

(2) anggota kelompok lain (Hamilton, 1979).

Walaupun pengelompokkan sosial ini menolong orang memahami lingkungan ”hanya pemahaman pribadi untuk dua kelompok yang nyata hanya itu, pengelompokkan sosial -cukup diskriminasi antarkelompok”. karena :

  1. Anggota pada kelompok yang sama tidak pernah bergaul dalam keadaan tatap muka,
  2. identitas di dalam kelompok dan di luar kelompok anggota tetap tidak tahu, dan
  3. bukan keuntungan ekonomi perseorangan yang bisa terjamin dengan mengizinkan banyak atau kurangan uang pada keterangan individu. Intinya, kelompok adalah ”kognitif murni”; mereka hanya ada pada pikiran mereka sendiri.

3. Penyerangan antara Kelompok

Dari beberapa tindakan negatif atau buruk dalam kenyataannya merupakan ancaman bagi kelompok mencapai pertengkaran, tindakan tersebut berawal dari penghinaan suku etnik budaya, memasuki wilayah kekuasaan kelompk lain tanpa izin atau pencarian properti geng lain (Gannon, 1966;Yablonsky, 1959).

B. Konsekuensi Konflik antar Kelompok

Konsekuensi antar kelompok ini disarankan agar tidak dikhususkan untuk kelompok saja, tapi beberapa konflik sejenis nisa menciptakan sejumlah perubahan yang dapat diperkirakan yang melibatkan kelompok. Secara umum, ada dua reaksi dasar yang terjadi. Yang pertama, perubahan dalam tim menciptakan peningkatan kekompakkan atau rasa solidaritas, penolakan terhadap tim lain, dan diferensiasi tim yang semakin hebat.

Kedua, konflik antar tim tampaknya dapat menciptakan salah sangka atas motif dan kualitas anggota tim lain.

Prinsip konsekuensi konflik antar kelompok mencakup :

• Proses perubahan dalam kelompok

• Konflik dan kekompakkan (solidaritas)

• Konflik dan pemolakan kelompok lain

• Konflik diantara kelompok

• Perubahan-perubahan dan persepsi yang terjadi dalam kelompok

• Kesalahan persepsi dan pemikiran bayangan (terbalik)

• Gambaran musuh yang kejam

• Gambaran kelompok bermoral

• Gambaran kekuatan kelompok

• Bayangan terbalik

• Stereotif

Solusi untuk mengurangi konflik / cara penyelesain yang terjadi antar kelompok dapat dilakukan dengan upaya-upaya sebagai berikut :

  1. Hubungan intergroup

untuk membawa anggota dua kelompok bersamasama dalam beberapa aktivitas  kelompok menyenangkan dengan harapan akan menghasilkan ikatan intergroup. Suksesnya hubungan sebagai alat untuk mengurangi konflik intergroup akan tergantung pada apa yang terjadi sepanjang hubungannya sendiri.

  1. Kerjasama antar kelompok

keleluasaan kepada kelompok-kelompok untuk saling berhubungan dengan dengan caranya masing-masing.karena survei membuktikan bahwa hasil yang lebih tinggi aka dicapai oleh kelompok-kelompk yang bekerjasama dan membentuk sebagai regu. Setiap kelompok yang sedang berselisih harus dapat bersamasama mencari jalan keluar yang bersifat tidak saling merugikan, supaya bisa bersma-sama mencapai hasil yang memuaskan dan tentu saja yang memang diharapkan oleh kelompok-kelompok tersebut. Sherif beroendapat sebuah kelompok harus dapat menciptakan kepercayaan antara kelompok-kelompok tersebut. Membangun kepercayaan ini adalah salah satu langkah dalam sistem pengurangan konflik diantara masyarakat.

Jangan sampai muncul pandangan bahwa semua konflik menjadi prevalent thing karena terlalu akrabnya lingkungan kita dengan banyak pertikaian antar kelompok yang tidak pernah hilang dari tanah air tercinta ini. Sehingga Keseriusan dan upaya keras dalam berpartisipasi menemukan solusi bagi ketegangan-ketegangan menjadi karam. Menciptakan kedamaian dalam bermasyarakat sehingga terbentuknya suasana kondusif bagi proses negara ini melangkah untuk menjadi negara maju dan sejajar dengan negara-negara yang lainnya adalah tanggung jawab seluruh warga negara. Kemajuan bangsa ini tergantung pada kapasitas sinergi semua komponen bangsa untuk mewujudkan kedamaian.

Forsyth, R. Donelson. (1983). An Introduction to Group Dynamics. Brooks/Cole

Publishing Company : Monterey, California.